Senin, 02 Desember 2013

Parto dan Parto

Waktu itu aku sedang bermain dengan si Parto
Menyandang tas besar berjalan di trotoar
Tertawa-tawa dan riang gembira
Tawaku terputus ketika pasukanmu melewati arus
Diapit mobil-mobil bersirine yang suaranya memuakkan kepala
Aku dan Parto terbirit-birit menerjang parit
Sesampainya di depan gerbang aku tercengang
Awalnya ku kira kamu setan
Ternyata kamu jenderal berbintang
Kau jabat hati ciut mereka dengan lembut
Mengulas senyum dan menyuarakan angka empat
Mengajari kami mengeja namamu, Parto
Aku dan parto tertawa ria
Hati berbunga dan beban tanpa rasa
Mengingat Parto pernah berkata
Tentang surga , surganya dunia
Merangkai cita-cita , menyiapkan perkawinan cinta
Berkemeja , bergaya di kota-kota
Bersepatu , dan menenteng banyak buku
Ah , Parto
Keindahan apa lagi yang akan kamu tunjukkan
Rumah megahmu tiba-tiba kau sulap menjadi istana
Kamar tidurku kau gusur
Karena katamu, aku akan punya banyak kasur
Harta benda semakin langka
Karena katamu, kita semakin kaya
Dan aku percaya
Karena wajah Parto terpampang di kota-kota
Dan besilang pita kuning
Parto
Lama kita tak jumpa
Aku tak tahu dimana kamu berada
Mungkin kamu telah lupa
Tentang harapan dan cita-cita
Sehingga yang kau ingat
Hanya bagaimana menggerus hatiku demi uangmu
Mencabik atap rumahku
Membakar kasurku
Melahankan lahanku
Teringat sahabatku, Parto
Tulang belulangnya sabur batu bersimbur baja

Maret 2013
Firda Zulfatudhucha

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Coretan Gambar



© Coretanku | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com